-->
News Update :

Tokoh

STAN Bershalawat 2013

Showing posts with label Pena-Iman. Show all posts
Showing posts with label Pena-Iman. Show all posts

Sunday, October 21, 2012

CERMIN sebagai guru kita..

Oleh : Randyadifta Fahmi (pengagum Rasulullah dan Dzurriyaturrasul)

Jum’at,  18 Mei 2012, pelajaran berharga aku petik dari sebuah nasihat suci, petuah yang tak ternilai, memantik motivasi, melecut hati….. ya,saat itu aku duduk di atas dinginnya lantai sebuah masjid yang tenang dan mneyejukkan tepatnya di shaf kedua.  Dalam masjid yang teletak di perumahan pondok safari itulah ku tunaikan panggilan ilahi untuk melakukan sholat jum’at berjamaah. Seperti biasa, ku tunggu detik-detik saat khotib naik mimbar, penasaran ingin segera tahu apa yang disampaikan beliau dalam khutbahnya. Aku berharap tidak seperti minggu2 lalu, tak sedikitpun pesan yang melintas bahkan menetap dalam hati dan pikiranku. Bukan karena khotibnya yang begitu datar-datar saja dalam berkhutbah, tetapi memang hamba yang penuh dosa ini selalu tergoda oleh bisikan setan hingga akhirnya mata terpejam walau hanya sesaat.

Setelah adzan berkumandang, naiklah khotib di atas mimbar untuk memulai membuka khutbahnya. Sebuah mukaddimah keluar dari lisannya menghentakkan qolbu, nampak berbeda dari jum’at biasanya mungkin karena intonasi dan gaya bahasanya yang khas membuatku semakin penasaran tema apa yang beliau bawakan.  “Cermin Sebagai Guru Kita”…….. ya, itulah mukaddimah sekaligus tema yang beliau sampaikan kala itu. Mengapa kita perlu cermin? Lebih jauh lagi, mengapa kita perlu bercermin?  karena cermin adalah kejujuran yang absolut. cermin menampilkan apa adanya. Rambut kita ber uban, kulit kita keriput,tubuh kita gemuk atau kurus semua di tampakkan cermin apa adanya. Pesan pertama aku peroleh, kejujuran…. Sudahkah kita jujur seperti cermin?

Wahai saudara, itu hanya sekelumit pesan di luar cermin, belum masuk ke dalam makna yang sesungguhnya. Huruf dalam kata “cermin” itulah yang aku maksud masuk ke dalam makna yang sesungguhnya. Huruf “C” berarti cinta pada Allah dan rasul-NYA. Jangan mengaku cinta kalau belum berkorban. Itu yang orang katakan pada umumnya. Tapi ini lebih dari itu, jangan terpaksa, jangan berkorban semu, laksanakan perintah, jauhi larangan dan ikuti sunnahnya sepenuh hati. Pesan kedua aku peroleh,cinta. Selanjutnya adalah “E” yang berarti elok. Elok juga berarti indah. Sudahkah hari-harimu engkau isi dengan keindahan? Indah dalam berbusana, indah dalam bertingkah laku, indah dalam bertutur kata. Pesan ketiga aku dapat, elok. Berikutnya adalah frase “R”. sudah biasa terdengar di telinga kita pemuda – pemudi yang pada umumnya melakukan keharaman yang disebut pacaran. Tidak jarang mereka mengelu-elukan “romantisme”. Ya, romantisme disini adalah romantisme yang suci, bukan dibangun di atas keharaman khalwah (baca : pacaran). Romantisme disini diartikan sebagai sikap romantis antara suami & istri dalam membangun rumah tangganya. Ke halal-an antara suami istri sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin bagaimana setiap waktu memperbarui dan memperbaiki sikap satu sama lain. Dengan anak pun harus romantis, kepada orang tua juga harus romantis. Sikap romantisme akan menjadikan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Sampailah kita pada frase “M” yang dimaknai oleh khotib sebagai “muhasabah”. Arti muhasabah ialah introspeksi atau mawas atau meneliti diri. Yakni menghitung-hitung perbuatan pada tiap tahun, tiap bulan, tiap hari bahkan setiap saat. Oleh karena itu muhasabah ini tidak harus dilakukan pada akhir tahun, akhir bulan. Namun perlu juga dilakukan setiap hari, bahkan setiap saat. Dengan muhasabah, kita akan merasa kecil dihadapan Allah SWT karena kita mereneungi dosa kita yang banyak dan amalan sholeh kita yang sedikit. Dengan begitu, kita akan terpacu untuk meninggalkan maksiat dan senantiasa memperbanyak amalan sholeh. Berikutnya adalah frase “I”. ketika di TPQ dulu, aku diajari tentang apa itu rukun islam dan rukun iman. Tanpa iman, kita tak akan menjadi islam yang sesungguhnya. Ya kata Imanitulah yang dimaksud dalam CERMIN. Keimanan kita pada Allah,malaikat, Al-qur’an, Rasul, hari kiamat dan Qodho & Qodhar harus kokoh sampai akhir hayat kita. Tanpa Iman, makna huruf sebelum huruf “I” pada CERMIN tidak akan ada artinya. Iman memunculkan Takwa, takwa membentuk kebahagiaan yang hakiki.
Sampailah kita di penghujung huruf yaitu “N”  = Niat. Perbaruilah niatmu di setiap amalanmu karena Allah hanya Ridho pada amalan-amalanmu yang memiliki niat yang benar. Ketika engkau hampir/ nyaris merasakan ke”futur”an dalam Ibadah, segeralah perbarui niatmu dengan begitu api semengatmu akan tetap berkobar, tidak akan pernah redup. Jangan sesekali engkau ibadah dengan niat karena manusia, sebab sesungguhnya ibadahmu tersebut tidak akan ada nilainya dihadapan Allah. Maka belajarlah pada CERMIN karena CERMIN sebagai guru kita………..Wallahua’alam 
 CERMIN sebagai guru kita......

CERMIN sebagai guru kita………..
Jum’at,  18 Mei 2012, pelajaran berharga aku petik dari sebuah nasihat suci, petuah yang tak ternilai, memantik motivasi, melecut hati….. ya,saat itu aku duduk di atas dinginnya lantai sebuah masjid yang tenang dan mneyejukkan tepatnya di shaf kedua.  Dalam masjid yang teletak di perumahan pondok safari itulah ku tunaikan panggilan ilahi untuk melakukan sholat jum’at berjamaah. Seperti biasa, ku tunggu detik-detik saat khotib naik mimbar, penasaran ingin segera tahu apa yang disampaikan beliau dalam khutbahnya. Aku berharap tidak seperti minggu2 lalu, tak sedikitpun pesan yang melintas bahkan menetap dalam hati dan pikiranku. Bukan karena khotibnya yang begitu datar-datar saja dalam berkhutbah, tetapi memang hamba yang penuh dosa ini selalu tergoda oleh bisikan setan hingga akhirnya mata terpejam walau hanya sesaat.

Setelah adzan berkumandang, naiklah khotib di atas mimbar untuk memulai membuka khutbahnya. Sebuah mukaddimah keluar dari lisannya menghentakkan qolbu, nampak berbeda dari jum’at biasanya mungkin karena intonasi dan gaya bahasanya yang khas membuatku semakin penasaran tema apa yang beliau bawakan.  “Cermin Sebagai Guru Kita”…….. ya, itulah mukaddimah sekaligus tema yang beliau sampaikan kala itu. Mengapa kita perlu cermin? Lebih jauh lagi, mengapa kita perlu bercermin?  karena cermin adalah kejujuran yang absolut. cermin menampilkan apa adanya. Rambut kita ber uban, kulit kita keriput,tubuh kita gemuk atau kurus semua di tampakkan cermin apa adanya. Pesan pertama aku peroleh, kejujuran…. Sudahkah kita jujur seperti cermin?
Wahai saudara, itu hanya sekelumit pesan di luar cermin, belum masuk ke dalam makna yang sesungguhnya. Huruf dalam kata “cermin” itulah yang aku maksud masuk ke dalam makna yang sesungguhnya. Huruf “C” berarti cinta pada Allah dan rasul-NYA. Jangan mengaku cinta kalau belum berkorban. Itu yang orang katakan pada umumnya. Tapi ini lebih dari itu, jangan terpaksa, jangan berkorban semu, laksanakan perintah, jauhi larangan dan ikuti sunnahnya sepenuh hati. Pesan kedua aku peroleh,cinta. Selanjutnya adalah “E” yang berarti elok. Elok juga berarti indah. Sudahkah hari-harimu engkau isi dengan keindahan? Indah dalam berbusana, indah dalam bertingkah laku, indah dalam bertutur kata. Pesan ketiga aku dapat, elok. Berikutnya adalah frase “R”. sudah biasa terdengar di telinga kita pemuda – pemudi yang pada umumnya melakukan keharaman yang disebut pacaran. Tidak jarang mereka mengelu-elukan “romantisme”. Ya, romantisme disini adalah romantisme yang suci, bukan dibangun di atas keharaman khalwah (baca : pacaran). Romantisme disini diartikan sebagai sikap romantis antara suami & istri dalam membangun rumah tangganya. Ke halal-an antara suami istri sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin bagaimana setiap waktu memperbarui dan memperbaiki sikap satu sama lain. Dengan anak pun harus romantis, kepada orang tua juga harus romantis. Sikap romantisme akan menjadikan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Sampailah kita pada frase “M” yang dimaknai oleh khotib sebagai “muhasabah”. Arti muhasabah ialah introspeksi atau mawas atau meneliti diri. Yakni menghitung-hitung perbuatan pada tiap tahun, tiap bulan, tiap hari bahkan setiap saat. Oleh karena itu muhasabah ini tidak harus dilakukan pada akhir tahun, akhir bulan. Namun perlu juga dilakukan setiap hari, bahkan setiap saat. Dengan muhasabah, kita akan merasa kecil dihadapan Allah SWT karena kita mereneungi dosa kita yang banyak dan amalan sholeh kita yang sedikit. Dengan begitu, kita akan terpacu untuk meninggalkan maksiat dan senantiasa memperbanyak amalan sholeh. Berikutnya adalah frase “I”. ketika di TPQ dulu, aku diajari tentang apa itu rukun islam dan rukun iman. Tanpa iman, kita tak akan menjadi islam yang sesungguhnya. Ya kata Imanitulah yang dimaksud dalam CERMIN. Keimanan kita pada Allah,malaikat, Al-qur’an, Rasul, hari kiamat dan Qodho & Qodhar harus kokoh sampai akhir hayat kita. Tanpa Iman, makna huruf sebelum huruf “I” pada CERMIN tidak akan ada artinya. Iman memunculkan Takwa, takwa membentuk kebahagiaan yang hakiki.
Sampailah kita di penghujung huruf yaitu “N”  = Niat. Perbaruilah niatmu di setiap amalanmu karena Allah hanya Ridho pada amalan-amalanmu yang memiliki niat yang benar. Ketika engkau hampir/ nyaris merasakan ke”futur”an dalam Ibadah, segeralah perbarui niatmu dengan begitu api semengatmu akan tetap berkobar, tidak akan pernah redup. Jangan sesekali engkau ibadah dengan niat karena manusia, sebab sesungguhnya ibadahmu tersebut tidak akan ada nilainya dihadapan Allah. Maka belajarlah pada CERMIN karena CERMIN sebagai guru kita………..Wallahua’alam 

Nasihat indah guru mulia Al-Habib Ali Zainal Abidin Bin abdurrahman Al-Jufri


Oleh : Randyadifta Fahmi (pengagum Rasulullah dan Dzurriyaturrasul)

Assalmu’alaikum

Wahai saudaraku,, ijinkan kami menggoreskan pesan2 yang bukan sekedar pesan melainkan nasihat indah guru mulia Al-Habib Ali Zainal Abidin Bin abdurrahman Al-Jufri (semoga Allah memberikan beliau kekuatan untuk istiqomah dalam dakwah)….nasihat ini kami peroleh dalam sebuah acara yang InsyaAllah penuh berkah pada malam peringatan isro’ mi’raj di Monumen Nasional. Mohon maaf apabila dalam ikhtisar yang kami tuliskan mungkin ada bagian2 yang hilang, tidak tercantum sepenuhnya karena begitu banyak pesan yang beliau suguhkan pada kami. Oleh karena itu yang kami cantumkan hanya salah satunya saja……

Bagian 1 : mukaddimah dariku

Wahai saudaraku se-iman dan seperjuangan,, tahukah engkau apa arti MAHABBAH? Ya, Mahabbah adalah “CINTA”. Cinta membuat orang mengikuti sampai bahkan meniru apa yang diperbuat oleh orang yang dicintainya. Cinta membuat orang ingin senantiasa berjumpa,, selalu ingin berlama-lama dengan orang yang dicintainya. Cinta membuat orang ingin selalu menyanjung, ingin mendapatkan sesuatu yang luar biasa dari orang yang dicintainya. Maka sungguh sangat keliru bila ada seseorang yang mengatakan bahwa cinta hanya cukup mengikuti perbuatan orang yang dicintainya saja. Mengapa? Karena hal itu justru menimbulkan kemunafikan di hati bahwa dia tidak murni benar2 cinta, hal ini terjadi karena besar kemungkinan dia hanya menunjukkan sikap2 kepada orang lain dengan cara meniru/mengikuti perbuatan orang yang dicintainya tetapi dihatinya tidak ingin berjumpa dengan orang yang dicintainya, dia juga tidak mau menyanjungnya, dia tidak ingin mendapatkan hal yang luar biasa darinya. Namun sebaliknya, orang yang murni benar2 cinta pada seseorang, sudah pasti mengikuti dan meniru apa-apa yang diperbuat oleh orang yang dicintainya.

Nah, siapakah orang yang PALING patut kita cintai? Jawabnya adalah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Sebesar-besarnya cinta kita pada istri/suami (khusus bg yg sdh menikah), sebesar-besarnya cinta kita pada orang tua, pada adik/kakak/anak,, maka cinta kita pada Rasulullah haruslah paling besar diantara itu semua. Hal ini karena Rasulullah tidak diciptakan atau tidak diutus melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta Rah,atan lil alamin sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-NYA “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)… kita memiliki orang tua, anak, istri/suami, usaha sukses, pekerjaan lancar semuanya merupakan rahmat Allah. Namun rahmat itu hanya untuk kita saja bukan orang lain. Tetapi rasulullah sudah Allah tegaskan bahwa beliau adalah rahmat buat seluruh alam tanpa terkecuali karena melalui dakwah beliau atas izin Allah-lah zaman ini menjadi zaman yang penuh berkah dan rahmat, zaman yang madani dan beradab, menjadikan orang tua anda beriman, anak anda sholeh… oleh karena itu, untuk rahmat berupa kesuksesan, anak sholeh, istri/suami yang baik kita bergembira dengan bersyukur pada Allah maka sungguh keterlaluan bagi siapa saja yang tidak mau bergembira atas hadirnya Rasulullah. Bersyukurlah pada Allah dengan cara mengikuti sunnah beliau sekaligus sanjung beliau sepuas-puasmu…

Bagian 2 nasihat guru mulia

Bila ada sebagian orang diantaramu mengatakan bahwa itu kultus maka tetap TEGUHLAH engkau untuk terus CINTA, ber-MAHABBAH, SANJUNG Nabi Muhammad SAW…. Ketahuilah wahai saudaraku,,Tidak ada sekecilpun dihati kami wahai pecinta Rasulullah, bahkan sekecil biji zarrohpun tidak pernah kami mengkultuskan Rasulullah… jikalau engkau berpegang pada hadist bagaimana umat nabi Isa bin maryam mengkultuskan beliau (nabi Isa), maka kultus yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah kultus dengan menganggap nabi Isa as adalah tuhan…. Sedangkan kami tidak pernah sedikitpun mengkultuskan Rasulullah seperti itu….. semoga kelak pecinta Rasulullah mendapatkan syafaat dari beliau… amin3X…
Ya Allah,, semoga engkau berikan kesehatan, keistiqomahan, dan kemudahan untuk membimbing umat islam dimuka bumi ini. Do’a ini kami tujukan pada guru2 kami tercinta : Al-musnid ala al alamah ala arifbillah ala habib umar bin salim bin hafid, al addai’ilalllah al habib ali zainal abidin bin abdurrahman al jufri, al habib munzir bin fuad al musawwa, prof.dr ali jum’ah, prof dr. muhammad said rmadhan al-buthi serta para habaib, ulama2 yang tidak mungkin kami tuliskan satu-persatu…..amin 3X   

Friday, October 19, 2012

Kirim Artikel


Ingin berbagi pengalaman, pengetahuan berupa artikel, cerpen, gallery ataupun dalam bentuk lain.

Insyallah akan kami share sepanjang memenuhi kriteria kepatutan untuk di tampilkan.

Kirim ke Email ke Imanstan7@gmail.com

Fast Respond Send a New Message Via Facebook Ahmad Khizazi atau Khoirul Anwar

Jazahullahukhoir..


Seputar Tanya Jawab

Sahabat Rosulullah

Ubudiyah


 

© Copyright IMAN STAN 2010 -2011 | | Published by Borneo Templates .